Cara Membersihkan Kuas setelah Memakai Cat Air, Begini Langkahnya

137
memahami penggunaan cat kayu

Bukan hanya menggunakannya, Anda juga harus tahu bagaimana cara membersihkan kuas setelah dipakai untuk finishing khususnya saat memakai cat air.

Karena menjaga kebersihan kuas juga sama artinya dengan menjaga kualitasnya agar tetap terjaga dengan baik. Sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama untuk kebutuhan finishing maupun lainnya.

Pentingnya Membersihkan Kuas

aplikasi cat dengan kuas
aplikasi cat pada kayu dengan kuas

Apakah Anda mengecat dinding, memoles furnitur, atau sedang membuat karya seni dengan cat air dan kuas? Tentu dalam proses ini, Anda akan memilih menggunakan jenis kuas atau rol cat berkualitas baik menghasilkan hasil yang lebih baik.

Baca Juga : Cara Mudah dan Efisien Mengecat Atap Galvalum Antikarat

Jenis-jenis kuas maupun rol tersebut juga biasanya dibanderol dengan harga yang cukup mahal. Jadi wajar jika Anda ingin alat-alat tersebut bisa bertahan selama mungkin agar bisa digunakan kembali.

Tentu saja untuk mewujudkan kebutuhan tersebut, Anda perlu merawat dan membersihkannya dengan cara yang tepat. Berkaitan dengan proses pembersihan, jenis cat juga menjadi penentu.

Metode yang Anda gunakan untuk membersihkan kuas cat bergantung pada jenis cat apa yang digunakan. Apakah Anda menggunakan cat air, cat berbahan dasar minyak, atau pernis.

Baca Juga : Mengenal Koloni Rayap: Cara Kerja serta Komunikasi saat Bekerja

Cat berbahan dasar air mudah dibersihkan dengan sabun dan air, sedangkan produk berbahan dasar minyak memerlukan pelarut berbahan dasar minyak bumi atau jeruk .

Seberapa Sering Membersihkan Kuas?

Apa pun jenis cat yang digunakan, kuas cat harus dibersihkan secara menyeluruh setelah digunakan.

Pengecualiannya adalah jika Anda perlu istirahat sebentar — sekitar satu jam — tetapi berencana untuk kembali ke tugas melukis.

Baca Juga : Cat Terbaik Agar dan Pintu Pagar Besi Terlihat Lebih Mewah

Untuk menahan sikat, bungkus bulu sikat dan ferrule (komponen logam yang menahan bulu sikat ke gagang sikat) dengan bungkus plastik.

Cara ini bisa dilakukan untuk mencegah cat mengering pada bulu sehingga lebih sulit untuk dihilangkan nanti.

Alat dan Bahan yang Diperlukan

1. Peralatan / Perkakas:

– Ember atau wadah sekali pakai

– Kain

– Sarung tangan karet

– Sisir kuas cat

– Pemintal kuas cat

Baca Juga : Mengenal Rayap: Bentuk, Tanda Kemunculan dan Cara Mengatasinya

Bahan:

– Pengencer cat

– Air panas

– Cairan pencuci piring

– Koran

Cara Membersihkan Kuas setelah Aplikasi Cat Air

membersihkan kuas

Cat berbasis air termasuk akrilik, lateks, cat air, dan tempera.

1. Habiskan Cat Air dari Kuas

Jika kuas masih penuh dengan cat saat Anda menyelesaikan proyek, Anda harus menghilangkan cat basah sebanyak mungkin. Peras dan kikis bulunya ke atas dan ke bawah di sepanjang tepi kaleng atau wadah cat untuk melepaskan cat dari kuas.

Baca Juga : Ingin Hunian Yang Lebih Berkesan? Berkreasilah Dengan Cat Pintu Rumah

Tetapi pastikan untuk meremasnya dengan lembut dan tidak menarik bulunya, atau Anda akan merusaknya. Sebagian besar hanya direkatkan ke ferrule menggunakan epoksi, jadi menanganinya terlalu keras akan menariknya keluar.

Atau, cat kelebihan cat pada koran atau secarik kayu sampai tidak ada lagi cat yang terlepas dari bulunya.

Tips:

Saat mengecat, jangan mencelupkan kuas terlalu dalam ke dalam cat. Cat hanya menutupi sepertiga dari panjang bulu sikat.

Baca Juga : Rekomendasi Pilihan Model Kursi untuk Rumah Tampak Lebih Estetik

Cara ini akan memudahkan pembersihan jika cat tidak tertanam terlalu dalam di ferrule.

2. Campur Larutan Pembersih

Dalam ember kecil, campurkan larutan air panas dan cairan pencuci piring. Jumlah yang Anda butuhkan tergantung pada ukuran dan jumlah kuas cat yang Anda bersihkan.

Gunakan rasio satu sendok teh cairan pencuci piring per satu liter (empat cangkir) air panas dan aduk rata.

Baca Juga : Prediksi 5 Tren Warna Cat Eksterior Rumah Paling Populer Selama Tahun 2023

3. Desir dan Remas Kuas

Mengenakan sarung tangan, desir kuas cat dalam larutan pembersih agar jenuh dengan baik. Gunakan jari Anda untuk meremas bulu agar membantu melepaskan cat dan seka bulu di sisi ember.

Sisir kuas cat akan membantu menghilangkan kelebihan cat. Kerjakan sisir melalui bulu dari ferrule ke tepi sikat.

4. Bilas dan Keringkan

Setelah semua cat yang terlihat dihilangkan, bilas sikat dengan air panas yang mengalir. Jika masih ada cat yang menempel pada bulu sikat, campurkan larutan pembersih baru dan ulangi langkah-langkahnya.

Baca Juga : Tips Memilih Warna Cat yang Tepat untuk Furniture Outdoor agar Menarik

Peras sisa air bilasan dengan lembut. Kocok kuas dengan kuat atau gunakan pemintal kuas cat (gunakan gaya sentrifugal untuk memaksa air keluar dari kuas).

Gantung sikat (bulu ke bawah) untuk mengeringkan udara secara perlahan atau keringkan dengan rata.

5. Buang Larutan Pembersih

Larutan pembersih dapat dengan aman dituangkan ke saluran pembuangan atau toilet. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan Anda pula sebagai aplikator.

Selain itu, untuk menjaga agar limbahnya langsung masuk pada saluran pembuangan yang tepat.

Baca Juga : Gunakan 8 Warna Ini untuk Kursi Makan Minimalis, Ruangan Akan Lebih Elegan!

6. Kuas Pembersih yang Kaku dengan Cat Air Kering

Jika cat berbahan dasar air sudah mengering pada kuas, Anda perlu menambahkan langkah tambahan.

Campurkan larutan pembersih dan biarkan sikat terendam selama satu jam atau hingga semalaman.

Pastikan hanya bulu yang dilapisi cat yang terendam dalam larutan. Periksa kuas sesekali untuk melihat apakah cat terlepas dari bulunya.

Baca Juga : Jenis Serangga Penggerek Kayu yang Merusak dan Merugikan

Lanjutkan dengan langkah pembersihan yang tersisa, ulangi pembersihan dan perendaman sesuai kebutuhan. Kuas kaku direndam dalam cangkir plastik dengan larutan pembersih.

Itulah beberapa langkah yang perlu diperhatikan dari cara membersihkan kuas setelah menggunakan cat air. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here