Jenis-jenis Material Pintu dan Bagian Mekanik yang Umum Digunakan

105
Pintu kayu garis-garis. Sumber: vanacht

Penting untuk mengenal apa saja jenis-jenis material pintu dan apa saja bagian mekanik yang digunakan pada pintu, agar dalam pemilihan bahan dan penggunaannya bisa lebih efektif dan terjaga.

Simak penjelasan mengenai jenis-jenis material pintu dan apa saja bagian mekanik yang digunakan pada pintu selengkapnya di artikel ini.

Apa Saja Jenis-jenis Material Pintu?

Material atau bahan yang digunakan pada pintu sangat beragam. Ada berbagai jenis yang bisa digunakan untuk membuat pintu.

Baca Juga : Finishing Kayu Paling Popoler

Di Indonesia, penyebutan pintu biasa dikaitkan dengan bahan atau material apa yang digunakan pada pintu tersebut. Beberapa di antaranya yaitu:

1. Jenis Material Pintu Kayu

Pintu kayu modern

Kayu tentu sudah menjadi pilihan utama yang terlintas saat membicarakan mengenai pembuatan pintu. Material ini sudah lama dipilih sebagai bahan pembuatan pintu sejak ratusan tahun silam.

Kayu tetap menjadi pilihan utama dalam pembuatan pintu karena faktor estetika serta kualitas yang dimilikinya. Selain itu, pemilihan bahan ini juga karena alasan kayu termasuk bahan yang mudah dibentuk.

Baca Juga : Mengenal Kayu Berwarna Terang

Pengolahan kayu termasuk dalam hal pemberian motif dan ukiran juga menjadikannya pilihan menarik untuk membuat kayu.

Nilai estetik kayu untuk material pintu dapat menjadi salah satu sisi penting pertimbangan pemakaian bahan ini.

2. Pintu Besi

Kreasi pintu besi di rumah yang elegan menggunakan warna hitam

Besi juga termasuk bahan yang sering digunakan untuk pembuatan pintu. Bahan ini dikenal sebagai bahan yang kuat karena kaku dan kokoh dan tidak berubah bentuk seiring penggunaannya.

Jika kekuatan menjadi salah satu faktor yang menentukan dalam pemilihan material pintu, material pintu besi adalah pilihan yang tepat.

Penggunaan pintu besi juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan kedap suara yang lebih baik jika ditambahkan bahan polyurethane atau material busa lainnya.

Jenis pintu besi biasanya dijual dalam paket yang sama dengan bagian kusen pintunya. Hal ini juga bisa menjadi pertimbangan tersendiri jika Anda perlu perbandingan antara penggunaan pintu besi atau pintu kayu.

3. Pintu UPVC

Material pintu UPVC mulai dikenal di Indonesia sejak awal tahun 2000an. Pada mulanya, pintu jenis ini hanya diproduksi oleh perusahaan asing saja. Namun, sudah banyak perusahaan dalam negeri yang juga memproduksi jenis pintu ini.

Bahan UPVC adalah turunan dari material polimer plastik sintetis PVC. Material PVC termasuk bahan yang sudah umum digunakan di dunia konstruksi.

Material PVC memiliki sifat yang cukup tangguh terhadap pengaruh sinar uv. Bahan ini juga kuat sekaligus lentur, sehingga tidak mudah mengalami kerusakan atau keretakan.

Pintu dari bahan UPVC dapat menjadi menjadi solusi untuk Anda yang membutuhkan pintu anti rayap sekaligus anti karat.  Bahan ini adalah jenis bahan yang tahan terhadap segala perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan saja.

Seperti pintu besi, pintu upvc juga biasa dijual dengan bentuk modul (paket) yang dikerjakan oleh pihak produsen pabrik. Dalam satu modul tersebut, biasanya sudah lengkap dengan kusen, pintu dan material pintu berupa engsel, handle termasuk kuncinya.

Bagian Mekanik Pintu

Ada beberapa bagian mekanik pintu yang sangat membantu proses penggunaannya serta sedikit lebih sulit jika dihilangkan. Berikut di antaranya:

1. Engsel

Engsel adalah bagian mekanik pada pintu yang paling umum. Adanya engsel akan memberi kemudahan agar pintu dapat dibuka tutup dengan cara didorong atau ditarik dalam satu arah bukaan, dan biasanya tidak dapat dilakukan dari arah sebaliknya.

Bagian engsel pada umumnya dipasang pada bagian vertikal pint, kecuali pada beberapa  jenis pintu khususnya seperti pada pintu garasi di luar negeri yang engselnya dipasang pada bagian horizontalnya.

Adanya engsel menjadi sistem mekanik yang paling populer digunakan, karena prinsip kerjanya yang sederhana, mudah dipasang, diganti dan dirawat, serta lebih murah.

2. Rel Geser

Jika Anda membutuhkan pintu yang dapat membuka secara sempurna, penggunaan sistem rel geser ini bisa jadi alternatif yang cocok diaplikasikan.

Dengan penggunaan rancangan yang tepat, model pintu geser bisa dibuat seakan-akan disembunyikan di antara panel dinding. hal ini akan membuat pintu dapat terbuka secara maksimal saat dibuka.

Rel geser dipasang pada pintu dengan buka tutup menggunakan sistem mekanik geser. Sistem mekanik ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu rel yang terpasang pada dinding atau lantai searah dengan arah pintu dan roda yang terpasang pada pintu.

Pintu dengan desain ini relatif mempunyai sifat mekanik yang lebih rumit dibandingkan sistem engsel. Perawatan pada jenis pintu ini sepenuhnya bergantung pada bagian roda penggerak yang terpasang pada daun pintu.

Roda penggerak tersebut membutuhkan perwatan dengan menggunakan pelumas untuk menjamin kelancaran kerja roda roda bergerak.

3. Pintu Putar

Berbeda dengan mekanisme sebelumnya, jenis mekanisme pintu putar ini memang sangat jarang ada di Indonesia.

Jenis pintu putar menggunakan semacam bearing sebagai media penahan mekanisme statis di lantai dan kusen dengan kinerja dinamis pada bagian daun pintu.

Karena sifat buka tutupnya memakai bagian tengah atau pinggir dari pintu sebagai poros perputaran, maka bidang daun pintu tidak bisa disembunyikan dengan sempurna ketika pintu terbuka.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here