Finishing Cat Kayu Kuas Untuk Hasil Mengkilap

Teknik finishing kayu agar berpenamilan mengkilap bisa menggunakan cat kayu kuas dengan persiapan material yang tepat.

cat-kayu-kuasLangkah terakhir pada suatu mebel sebelum masuk pada pemasaran atau digunakan disebut dengan finishing. Melakukan finishing kayu dimulai dari tahapan menyiapkan kayu hingga melakukan pengecatan berulang untuk hasil finishing yang mengkilap. Cara aplikasi yang biasa diterapkan para pengrajin adalah menggunakan alat kuas atau semprot. Bisa juga menggunakan sistem bal (cat yang dioleskan pada permukaan kayu) tetapi bal paling sering digunakan untuk proses pewarnaan warna natural. Proses bal tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan menggunakan alat semprot dan kuas. Jika Anda menggunakan metode kuas bisa dengan mudah menjangkau  bagian sulit seperti pada bagian siku.

 

Jika Anda memilih menggunakan kuas, maka cat kayu kuas yang digunakan juga khusus. Sebelum tahapan finishing menggunakan kuas sebaiknya ratakan cacat tekstur pada kayu menggunakan dempul. Dempul akan mengisi cacta terksur pada kayu sehingga permukaannya menjadi rata tetapi membutuhkan waktu dan kesabaran karena pelapisan dempul terutama pada cacat tekstur yang dalam membutuhkan proses berulang kali. Untuk memberikan warna solid atau menutup permukaan warna kayu asli harus menggunakan wood putty.

Persiapan Sebelum Melakukan Proses Finishing

Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan finishing kayu dengan kuas. Jangan anggap remeh persiapan ini karena akan sangat mempengaruhi hasil akhir finishing Anda. Berikut ini hal hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan material sebelum di finishing:

  1. Pemilihan Kayu, jenis kayu akan sangat mempengaruhi finishing. Jika Anda menginginkan hasil yang sempurna hindari kayu yang memiliki banyak cacat tekstur atau permukaan, tidak memiliki banyak noda hitam bekas blue stain, retak pada kayu yang akan memudahkan kayu patah pada saat dipotong dan juga banyak mata kayu.
  2. Pemilihan Kertas Amplas, memilih kertas amplas disesuaikan dengan permukaan kayu. Bukan berarti menginginkan permukaan kayu yang halus juga harus menggunakan amplas halus juga. Rata-rata para pengrajin menggunkan amplas no. 80/100 untuk memotong permukaan kayu yang kasar, bisa juga untuk kayu yang baru saja dipotong. Selanjutnya menggunakan amplas no. 220/240 untuk pengamplasan garis-garis kasar. Sedangkan pada saat pengecetan bsia menggunakan amplas no. 400.
  3. Menggunakan amplas. Cara menggunakan amplas tidak bisa sembarangan terutama sebelum finishing. Amplas digunakan untuk menghaluskan permukaan kayu sekaligus membuka pori-pori kayu. Jika menggunakan amplas sebaiknya ditambah dengan kayu berukuran 80X40X20 mm agar tangan tidak mudah tergores.
  4. Hilangkan bekas lem dan debu. Furniture yang direkatkan menggunakan lem terutama pada bagian siku pasti memiliki bekas lem. Bekas lem tersebut jika di cat akan terlihat sekali dan merusak nilai estetika. Maka amplas bekas lem tersebut dengan sangat hati-hati. Setelah selesai diamplas jangan lupa untuk membersihkannya dengan kain kering.
  5. Langkah terakhir adalah melakukan finishing dengan cat kayu kuas pilihan seperti cat kayu Orchid.  Cat ini memiliki pilhan warna solid dan juga metalik. Pilihan tersebut sangat efektif menutup warna kayu asli.

Pemilihan Cat Kayu Kuas Adalah Faktor Penting

Apa saja faktor penting dalam finishing kayu? Tentu saja pemilahan cat. Jenis cat yang digunakan akan menentukan sekali hasli finishing karena cat yang akan memberikan warna serta perlindungan pada furniture. Jika Anda menginginkan tampilan semi gloss bahkan gloss, cat kayu kuas Orchid menyediakannya. Hanya dengan campuran air Anda sudah bisa melakukan finishing kayu aman dan mengkilap. Bahkan tingkat fleksibilitas kayu bisa Anda dapatkan dengan mudah.