Keunggulan Besi Hollow Galvanis dan Teknik Finishingnya

Jauh sebelum baja ringan canal C populer seperti sekarang, besi hollow galvanis telah lebih dulu digunakan sebagai material rangka bangunan. Material ini dikenal memiliki struktur kuat dengan perlindungan terhadap karat. 

Dalam praktiknya, hollow galvanis banyak digunakan untuk kanopi, pagar rumah, hingga rangka partisi interior. Penggunaannya cukup fleksibel karena mudah dibentuk dan diaplikasikan. 

Meski tergolong material lama, hollow galvanis tetap banyak digunakan hingga saat ini karena berbagai keunggulan yang dimilikinya. Untuk mengetahui kelebihan serta teknik finishing yang tepat, simak pembahasannya dalam artikel ini hingga akhir. 

Apa Itu Besi Hollow Galvanis? 

Berbeda dengan besi canal C, hollow galvanis memiliki bentuk pipa kotak atau persegi panjang yang dilapisi seng (zinc) melalui proses galvanisasi. Lapisan seng ini berfungsi sebagai pelindung utama yang membantu mencegah korosi. 

Proses galvanisasi pada besi hollow dilakukan dengan cara mencelupkan besi ke dalam cairan seng panas(hot dip galvanis) atau melalui metode elektroplating. Dari proses inilah, besi memiliki warna abu-abu keperakan dan daya tahan yang baik. 

Secara struktur, hollow galvanis memiliki bobot yang tidak terlalu ringan sehingga menjadikannya kuat. Material ini banyak digunakan sebagai rangka kanopi, pagar, plafon, hingga elemen dekoratif. 

Keunggulan Hollow Galvanis

Ada banyak keunggulan hollow galvanis yang membuatnya banyak digunakan. Berikut kelebihannya: 

1. Tahan Karat dan Korosi

Keunggulan utama hollow galvanis adalah pada lapisan seng yang melindungi besi dari karat dan korosi. Lapisan ini sangat efektif menjaga material tetap awet meskipun digunakan di area lembap atau terkena cuaca secara langsung. 

2. Usia Pakai yang Lebih Panjang 

Dibandingkan besi hollow biasa, hollow galvanis memiliki usia pakai yang lebih panjang. Perlindungan tambahan dari lapisan galvanis membuat risiko keropos dan kerusakan akibat karat dapat diminimalkan. 

3. Struktur Kuat tapi Tetap Ringan 

Hollow galvanis memiliki struktur yang kuat namun bobotnya relatif ringan. Hal ini memudahkan proses pemasangan serta mengurangi beban struktur bangunan secara keseluruhan. 

4. Perawatan Lebih Mudah 

Material ini tidak memerlukan perawatan intensif seperti pelapisan ulang dalam waktu dekat. Selama lapisan galvanis tidak rusak, besi dapat digunakan tanpa perawatan khusus. 

5. Memiliki Tampilan Rapi dan Modern 

Permukaan hollow galvanis terlihat lebih bersih dan rapi dengan warna abu-abu keperakan. Tampilan ini cocok untuk konsep bangunan modern dan industrial. 

6. Fleksibel untuk Berbagai Aplikasi 

Hollow galvanis dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan konstruksi, seperti rangka kanopi, pagar, railing, partisi, hingga rangka plafon. Fleksibilitas inilah yang membuatnya banyak dipilih oleh tukang dan kontraktor. 

Baca Juga: Mengecat Galvalum Lebih Cepat dan Mudah dengan Orchid Enamel Paint

Kekurangan Hollow Galvanis

Meski menawarkan banyak keunggulan, hollow galvanis juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu jadi perhatian: 

1. Harga Relatif Lebih Mahal 

Dari segi harga, hollow galvanis cenderung lebih mahal dibandingkan hollow hitam. Hal ini disebabkan oleh proses galvanisasi yang menambah biaya produksi.

2. Permukaan Kurang Maksimal secara Estetika 

Meski terlihat rapi, tampilan asli hollow galvanis cenderung polos dan kurang menarik untuk sebagian desain. Oleh karena itu, finishing tambahan sering diperlukan agar tampilannya lebih estetis.

3. Lapisan Galvanis Bisa Rusak 

Lapisan galvanis dapat rusak pada area bekas potongan atau pengelasan. Jika tidak ditangani dengan benar, bagian tersebut berpotensi menjadi titik awal munculnya karat.

4. Sulit Dicat tanpa Persiapan Khusus 

Permukaan hollow galvanis cukup licin sehingga cat sulit menempel jika langsung diaplikasikan. Diperlukan proses persiapan khusus seperti pembersihan dan penggunaan primer agar hasil finishing lebih tahan lama.

Mengapa Hollow Galvanis Memerlukan Finishing?

Meskipun hollow galvanis memiliki ketahanan yang baik terhadap karat, material ini tetap memerlukan finishing tambahan agar performa dan tampilannya maksimal. Finishing bukan hanya sebagai pemanis visual, tapi juga perlindungan ekstra. 

Berikut ini alasan lengkap mengapa hollow galvanis sebaiknya mendapat finishing tambahan:

1. Menambahkan Estetika 

Secara tampilan, hollow galvanis memiliki warna abu-abu keperakan yang cenderung polos dan monoton. Untuk kebutuhan desain tertentu, seperti rumah tinggal, bangunan komersial, atau pagar dekoratif, tampilan tersebut sering kali kurang menarik. 

Dengan finishing seperti pengecatan atau powder coating, hollow galvanis dapat disesuaikan dengan konsep desain bangunan, baik minimalis, modern, maupun industrial.

Finishing juga memungkinkan pemilihan warna yang lebih variatif sehingga tampilan rangka besi terlihat lebih rapi dan menyatu dengan elemen bangunan lainnya. Hal ini tentu meningkatkan nilai visual sekaligus nilai estetika secara keseluruhan.

2. Menambahkan Perlindungan 

Lapisan galvanis memang berfungsi sebagai pelindung utama terhadap karat, namun pada kondisi tertentu perlindungan ini bisa berkurang. Faktor cuaca ekstrem, paparan air hujan terus-menerus, serta polusi udara dapat mempercepat penurunan kualitas lapisan galvanis. 

Adanya finishing tambahan, hollow galvanis mendapatkan perlindungan ganda yang lebih optimal. Finishing seperti cat anti karat atau powder coating mampu melindungi permukaan besi dari goresan, kelembapan, dan paparan sinar UV. 

Perlindungan tambahan ini sangat penting, terutama untuk aplikasi outdoor seperti kanopi dan pagar yang terpapar langsung lingkungan luar.

3. Menutup Area Bekas Las 

Pada proses pemasangan, hollow galvanis sering mengalami pemotongan dan pengelasan. Area bekas las ini umumnya mengalami kerusakan lapisan galvanis, sehingga menjadi titik rawan munculnya karat. 

Tanpa finishing yang tepat, karat dapat menyebar dan mengurangi kekuatan struktur besi. Dengan finishing, area bekas las dapat tertutup sempurna sehingga tampilan menjadi lebih rapi dan perlindungan kembali merata. 

Teknik Finishing Hollow Galvanis 

Karena permukaannya sudah terlapisi galvanis, maka pengecatan hollow galvanis sedikit berbeda dengan material besi pada umumnya. Berikut ini teknik pengecatan yang benar:

1. Persiapan Hollow Galvanis

Tahap persiapan menjadi kunci utama keberhasilan finishing. Permukaan hollow galvanis harus dibersihkan dari debu, minyak, dan kotoran menggunakan lap kering atau cairan pembersih khusus. 

Jika diperlukan, lakukan pengamplasan ringan untuk membuka pori-pori permukaan agar cat dapat menempel dengan baik. Pastikan untuk menggunakan amplas grit halus seperti 400 agar tetap menjaga lapisan galvanis.

2. Persiapan Bahan Finishing 

Pemilihan bahan finishing harus disesuaikan dengan jenis penggunaan, baik indoor maupun outdoor. Gunakan primer khusus galvanis atau primer epoxy agar daya rekat cat lebih maksimal. 

Setelah itu, siapkan cat akhir dengan kualitas yang sesuai, seperti cat enamel, polyurethane, atau cat outdoor anti UV. Anda bisa memilih warna cat sesuai dengan kebutuhan desain interior. 

3. Teknik Pengecatan 

Pengecatan galvanis dapat dilakukan dengan kuas, roller, atau spray gun, tergantung kebutuhan dan hasil akhir yang diinginkan. Aplikasikan cat secara bertahap dan merata, dimulai dari lapisan primer hingga lapisan cat akhir. 

Pastikan setiap lapisan sudah kering sempurna sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya agar hasil finishing lebih awet dan tahan lama. Untuk hasil akhir, biasanya tampilannya akan cenderung lebih mengilap. 

Besi hollow galvanis terkenal kuat dan tahan karat, tapi tetap memerlukan finishing untuk meningkatkan tampilan dan daya tahannya. Finishing yang tepat membuat material ini lebih awet dan bernilai estetis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
tanya cs
Tanya Disini!