Mengenal Macam-macam Bahan Finishing Kayu

Jika Anda sedang mengerjakan proyek pengerjaan kayu, misalnya saja membuat meja maka tahap akhir untuk penyempurnaan meja tersebut adalah melakukan finishing. Finishing merupakan teknik pemberian lapisan pada obyek, seperti memberi coating pada permukaan kayu yang berfungsi untuk meningkatkan proteksi dan estetika dari furniture.

Namun, ada banyak jenis bahan yang digunakan untuk finishing. Untuk itu, Anda harus mengenal macam-macam bahan finishing sesuai dengan kebutuhan.

  1. Cat Water Based

Cat water based adalah pelapis yang dirancang khusus untuk melindungi dan menjaga estetika furniture indoor maupun outdoor dari efek buruk perubahan cuaca, misalnya radiasi sinar UV. Produk ini merupakan cat berbasis air. Karena bahan pengencernya adalah air sehingga cara penggunaannya pun cukup mudah meskipun Anda belum mahir dalam teknik pengecatan. Pada umumnya, cat jenis ini hanya berwarna bening transparan dan semi transparan. Jadi jika digunakan pada permukaan kayu maka tekstur atau serat dari kayu tersebut akan tetap timbul, sehingga tidak meutupi kesan alaminya.

Kelebihan dari cat water based ini adalah tidak mengandung zat-zat yang berbahaya, sehingga aman bagi Anda dan lingkungan sekitar. Walaupun demikian, jika Anda ingin menggunakan pelapis jenis ini, maka pilihlah produk yang sudah mendapatkan sertifikasi SNI, serta lolos regulasi ECHA dan EPA karena sudah teruji keamanannya.

 

  1. Melamin

Dalam mengenal macam-macam bahan finishing, Anda juga harus tahu mana bahan yang aman digunakan dan tidak. Melamin adalah salah satu dari beberapa macam bahan yang sering dipergunakan untuk keperluan finishing, terutama pada kayu. Hasil lapisan dari pelapis jenis ini lebih baik bila dibandingkan dengan politur. Ini terbukti setelah furnitur dilapisi dengan melamin akan tampak mempunyai tingkat kilau yang tinggi, permukaan furniture menjadi sangat halus dan keras serta memberikan warna yang terkesan sangat natural.

Namun sayangnya, jika kita mendengar istilah kata melamin sangat identik dengan bahan material dalam pembuatan plastik. Jadi apakah melamin itu berbahaya? Jawabannya adalah ya. Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan oleh WHO, produk ini sangat tidak aman karena di dalamnya mengandung bahan-bahan berbahaya yang dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan kanker bagi manusia. Maka bisa dibilang bahwa produk ini sangat membahayakan bagi kesehatan si pengguna maupun lingkungan sekitar.

  1. Pernis

Pernis juga merupakan salah pelapis yang dapat digunakan untuk melindungi permukaan kayu. Untuk jenis pelapis ini hanya mempunyai satu warna saja, yaitu bening transparan. Ketika Anda mengaplikasikan pelapis ini, maka serat kayu tidak akan tertutup, sehingga motif daripada kayu tersebut akan tetap terlihat alami. Namun, pernis tidak dapat bertahan lama, karena seiring dengan berjalannya waktu, maka pelapis ini akan memudar bahkan bisa mengelupas dan harus difinishing kembali.

  1. Politur

Dalam mengenal macam-macam bahan finishing, politur adalah urutan yang terakhir. Politur ini merupakan satu-satunya pelapis yang sudah ada dan digunakan sejak jaman dahulu. Politur menggunakan bahan dasar serlak india dan diencerkan dengan thinner. Sebenarnya bahan dari politur itu sendiri tidak berbahaya karena menggunakan material-material yang alami. Sayangnya, pelarut dari politur tersebut adalah thinner yang banyak mengandung zat-zat kimia berbahaya dan logam berat yang berbahaya bagi kesehata. Jadi bisa dibilang bahan pelarutnyalah yang berbahaya bagi kesehatan.

Itulah beberapa macam bahan finishing. Dalam mengenal macam-macam bahan finishing, maka pastikan bahwa bahan yang akan Anda gunakan tersebut aman bagi diri sendiri dan sekitarnya.