10 Permintaan Hak Anak di Hari Anak Nasional

141

Permintaan hak anak oleh perwakilan forum anak nasional sangat penting untuk perlindungan anak Indonesia serta memberikan hak yang sesuai dengan seharusnya mereka dapatkan.

Hari anak merupakan hari yang bertujuan untuk menghormati hak-hak anak di seluruh di dunia. Setiap negara memiliki peringatan hari anak yang berbeda, seperti halnya di Indonesia yang diperingati pada 23 Juli. Hari tersebut sesuai dengan keputusan Presiden No. 4 tahun 1984 tepatnya pada 19 Juli 1984.

Saat ini, hari anak nasional lebih terfokus pada banyaknya anak yang menjadi korban pornografi, kekerasan, cyber dan bullying. Diharapkan, setiap hari anak ini setiap masyarakat menyadari dan menghormati hak anak-anak.

10 Permintaan Hak Anak Oleh Forum Anak Nasional Di Hari Anak Nasional

Begitu meningkatnya kasus kekerasan, bullying ataupun pornografi yang menimpa anak-anak di Indonesia membuat kekhawatiran bagi orang tua. Seperti halnya di daerah Pekanbaru yang memiliki peringkat kedua setelah Jawa Timur, hal ini lah yang menjadi alasan Pekanbaru menjadi tempat untuk memperingati hari anak nasional.

Semakin meningkatnya teknologi, maka tingkat kriminal pun semakin tinggi. Hal ini dibuktikannya dengan banyaknya anak-anak yang menjadi korban cyber bahkan pemerkosaan yang diawali oleh sosial media. Fokus yang menjadi pengawasan pada saat ini adalah sosial media, sebab dunia maya tersebut memiliki dampak yang sangat serius pada anak. Maka dari itu, sangat penting orang tua untuk memperhatikan aktivitas anak di sosial media. Pemerintah juga memiliki peran yang sama untuk memberikan sosialisasi dan perlindungan secara komprehensif kepada anak-anak yang menjadi korban.

Karena tingkat kesenjangan hak anak yang tidak memadai, berdasarkan portal berita nasional tempo.com perwakilan forum anak nasional (FAN) mengajukan permintaan kepada Presiden Joko Widodo ketika di Pekanbaru. Adapun 10 permintaan hak anak yang diajukan oleh perwakilan FAN sebagai berikut:

  1. Menuntut pemerintah untuk meningkatkan akses pelayanan pembuatan akta kelahiran khususnya daerah pelosok.
  2. Meningkatkan peran forum anak dalam proses pembangunan.
  3. Melibatkan tokoh masyarakat dalam implementasi pendewasaan dan perkawinan.
  4. Menumbuhkan pola asus ramah anak
  5. Meningkatkan pengendalian terhadap peredaran narkova dan psikotropika serta melindungi anak dari iklan, promosi, sponsor dan asap rokok.
  6. Menigngkatkan fasilitas kesehatan ramah anak dan memperbaiki gizi buruk anak.
  7. Meningkatkan pendidikan anak melalui implementasi pelaksanaan sekolah 5 hari zonanisasi sekolah.
  8. Meningkatkan penggunaan internet sehat disertai semangat literasi pada anak
  9. Meningkatkan pembelajaran siaga untuk anak di daerah rawan bencana dan konflik
  10. Melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan seksual.

Kasus yang terjadi pada anak-anak menjadi sebuah ‘PR’ bagi setiap masyarakat Indonesia begitu pula dengan Pemerintah. Sebagai orang tua lebih harus memperhatikan pergaulan anak-anak baik dunia nyata maupun dunia maya. Yang menjadi fokus perhatian saat ini adalah pergaulan anak-anak di dunia maya, sebab banyak anak-anak selalu eksis di dunia maya tanpa memperhatikan dampak dan hanya mengedepankan tren dikalangan sebayanya.

Hari anak nasional diharapkan dapat menjadi sebuah peringatan untuk menghormati setiap hak anak dalam kehidupan sehari baik di keluarga, masyarakat, sekolah ataupun di sosial media. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti pelecehan sosial, bullying dll, maka perlu diberikan pengawasan dan batasan dalam bergaul terutama di sosial media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here